Ternyata Compass Batal Rilis Zidan Rela Tak Mandi Antre Sejak Dinihari Demi Sepatu Idamannya

Ternyata Compass Batal Rilis Zidan Rela Tak Mandi Antre Sejak Dinihari Demi Sepatu Idamannya

Remaja 17 tahun ini rela datang dari Tangerang ke Jakarta guna mengantre pembelian sepatu Compass, di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12/201

Tulis Kalimat Bikin Penasaran Penggemar Tiba-tiba Berhijab Eks Pacar Lee Min Ho Artis Korea Suzy
Kahiyang Ayu Ajak Sedah Mirah Berbusana Daerah, Pakai Batik Lurik, Kebaya hingga Baju Adat NTT
Ibu Menyusui Wajib Baca! Tya Ariestya Bagi Trik Memilih Bra Agar Tak Pengaruhi Produksi ASI

Remaja 17 tahun ini rela datang dari Tangerang ke Jakarta guna mengantre pembelian sepatu Compass, di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12/2019). Dia adalah Zidan, remaja yang memiliki tinggi badan sekira 170 sentimeter ini mengantre di sana sejak Jumat (13/12/2019) malam. Bahkan, hari ini Zidan mengatakan belum mandi.

"Belum pulang dan belum mandi. Saya menginap di sini dari semalam," ucapnya, di acara Wall of Fades, Lantai 5 Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12/2019). Siswa SMAN Tangerang ini ditemani delapan orang kawannya. Mereka kompak mengenakan kaos celana jin.

Pakaian mereka terlihat nyentrik. Alasan Zidan rela menginap demi mendapatkan produk lokal tersebut, disebabkan sulitnya mencari sepatu Compass. "Sekalipun ada, pasti ukurannya tidak pas. Makanya nih bela belain ke sini," kata dia.

Lebih lanjut, Zidan bercerita bahwa kakaknya mengoleksi sejumlah edisi sepatu Compass. Sebab, menurut dia, kualitas sepatu ini dinilai bagus. "Setahu saya kualitasnya memang bagus. Di youtube juga banyak kok yang review tentang sepatu ini," katanya.

Diberitakan sebelumnya, karena antrean yang dianggap tak kondusif, sepatu Compass membatalkan depan gedung Grand Indonesia dipastikan batal, pada Sabtu (14/12/2019). "Intinya hari ini batal," ucap dia. Dia pun tak lagi bicara dan segera masuk ke dalam area gedung Grand Indonesia.

Bahkan ada yang menginap sejak malam tadi. Pihak keamanan setempat pun masih berjaga jaga di lokasi. Dikarenakan Kondisi antrian yang tidak kondusif, dengan sangat menyesal pihak sepatu compass dan darahkubiru membatalkan adanya antrian Sepatu Compass.

Untuk Seluruh Temancompass yang sudah mengantri tadi malam, mohon bisa menerima dengan lapang dada dan bisa mengerti keadaan. Trimakasih. Stay Safe Teman #sepatucompass #localpride #temancompass #banggaproduklokal #pahi #urbansneakersociety "Kami atas nama sepatu Compass & Darahku Biru menyampaikan permohonan maaf yang sedalam dalamnya. Terima kasih #temancompass"

Sebelumnya, di akun instagram yang sama memang mengumumkan sepatu Compass akan dijual di Wall of Fades hanya pada hari Sabtu, 14 Desember 2019. Kolaborasi sepatu Compass akan dijual di Wall of Fades hanya pada hari Sabtu, 14 Desember 2019. Jika kalian ingin mengantri untuk Compass silahkan mengantri di Lobby Arjuna Grand Indonesia. Kami anjurkan agar kalian tidak menginap dan mengantri dari pagi atau malam sebelumnya. Dijelaskan seharusnya ada 480 sepatu Compass dengan edisi terbatas.

"Akan ada 480 sepatu Compass edisi terbatas yang akan kami rilis pada hari itu. 240 sepatu PMP x Compass 240 sepatu OBC x Compass Masih Bertahan Antre Sejumlah pengunjung masih rela antre di depan gedung Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pukul 10.30 WIB, Sabtu (14/12/2019). Mereka melakukan ini demi mendapatkan sepatu Compass pada acara Wall of Fades di Grand Indonesia.

Satu di antara pengunjung, Iqbal (19), mengatakan ngebet ingin dapatkan sepatu Compass 98 Vintage dan Compass untuk Darahku Biru. Lebih lanjut, dia mengatakan sejak malam belum pulang ke rumahnya yang berada di kawasan Bekasi, Jawa Barat. "Iya, begadang malam. Kalau pulang ke rumah takutnya enggak dapat sepatunya," katanya.

Iqbal mengatakan, telah menabung sejak beberapa bulan lalu. Total uang yang ditabung Iqbal berkisar Rp 1 jutaan lebih. "Satu juta lebih ada lah ya. Ini susah banget dapatkannya. Itu masalahnya, jadi wajar kalau orang pada antre begini,'' ujarnya.

Bagi para pecinta sneakers, sepatu Compass sangat familiar. Sepatu Compass adalah salah satu brand sepatu yang menggunakan sistem perakitan 100% vulcanized. Teknik perakitan 100% vulcanized ini persis dengan cara pembuatan sepatu sepatu berkualitas asal luar, sebut saja Converse dan Vans. Apa itu sistem perakitan 100% vulcanized? Vulcanized atau proses vulkanisir adalah perakitan karet agar menjadi lebih kuat menggunakan temperatur tinggi.

Teknik ini termasuk langka apabila dibandingkan dengan teknik membuat sepatu lain seperti menggunakan bahan canvas dan kulit. Sepatu Compass pertama kali di dirikan pada tahun 1998 di Bandung dengan ciri khas sepatu yang mirip dengan Converse. Pada tahun 2017 lalu, Compass menggadang Aji Handoko Purbo sebagai creative director yang dengan sukses memberikan sentuhan baru dan innovative ke brand asal Bandung ini.

Kepopuleran sepatu compass bisa dibilang cukup melejit. Sangat sulit untuk mendapatkan Sepatu Compass secara langsung. Sepatu sepatu Compass dapat dibeli melalui website resmi mereka yakni atau melalui reseller resmi yang telah ditunjuk langsung dari Compass selama stok masi tersedia.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0