Tempat Terpadat di Dunia yang Berubah Jadi Kota Mati Fakta Unik Gunkanjima

Tempat Terpadat di Dunia yang Berubah Jadi Kota Mati Fakta Unik Gunkanjima

Tahukah kamu beberapa tempat di dunia memiliki sejarah yang cukup menyedihkan? Satu di antaranya adalah Pulau Gunkajima. Pulau mungil seperti benteng

7 Kota di Bawah Air dengan Pemandangan yang Luar Biasa
Machi Picchu hingga Bhutan 7 Tempat Wisata Populer Dunia yang susah Dikunjungi
15 Fakta Unik Australia, Negara yang Punya 60 Jenis Kangguru

Tahukah kamu beberapa tempat di dunia memiliki sejarah yang cukup menyedihkan? Satu di antaranya adalah Pulau Gunkajima. Pulau mungil seperti benteng ini terletak tak jauh dari pantai Nagasaki, Jepang.

Pulau ini dikelilingi oleh tembok laut, ditutupi oleh bangunan bangunan yang padat, dan sepenuhnya ditinggalkan selama lebih dari empat puluh tahun. Alasan mengapa pulau yang padat penduduk ini ditinggalkan cukup menarik untuk diketahui. Selama hampir seratus tahun ke depan, tambang itu tumbuh lebih dalam dan lebih lama, terbentang di bawah dasar laut untuk memanen batubara yang mendukung ekspansi industri Jepang.

Pada 1941, pulau itu, yang luasnya kurang dari satu kilometer persegi, menghasilkan 400.000 ton batubara per tahun. Dan banyak pekerja di tambang bawah laut ini adalah pekerja paksa dari Korea. Apa yang menjadikan pulau ini menarik bukanlah tambangnya, melainkan kota yang tumbuh di dalamnya.

Untuk mengakomodasi para penambang, kompleks apartemen sepuluh lantai dibangun. Sebuah labirin bertingkat tinggi dihubungkan oleh halaman, koridor, dan tangga. Ada sekolah, restoran, dan rumah permainan, semua dikelilingi oleh tembok pelindung.

Pulau itu dikenal sebagai "Midori nashi Shima" atau pulau tanpa hijau. Julukan itu diberikan karena kepadatan pulau yang membuat tanaman tak bisa tumbuh di sana. Pada pertengahan 1950 an, Gunkanjima menampung hampir enam ribu orang, memberikan kepadatan populasi tertinggi yang pernah dikenal dunia.

Sayang beberapa tahun setelahnya, persediaan batu bara mulai habis. Mitsubishi menutup tambang, semua orang pergi, dan pulau ini ditinggalkan, dibiarkan kembali ke alam. Apartemen mulai runtuh, dan untuk pertama kalinya, tumbuhan hijau mulai berkembang.

Kaca pecah dan koran bekas berhamburan di jalanan. Angin sepoi sepoi bertiup dari jendela. Sekarang, lima puluh tahun kemudian, pulau itu persis seperti setelah Mitsubishi pergi.

Kota hantu di tengah laut. Dari 1974 hingga 2009, pulau itu secara resmi ditutup untuk semua pengunjung, tetapi baru baru ini dibuka kembali untuk wisata yang terorganisir. Situs ini disetujui untuk dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada 5 Juli 2015.

Pulau ini hanya dapat diakses dengan wisata terorganisir. Pemerintah Kota Nagasaki menjalankan paket perjalanan (ph: +81 095 829 1152), atau memesan kapal pesiar dari perusahaan transportasi laut Yamasa Kaiun (+81 095 822 5002).

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0