PDI Perjuangan Siapkan Kadernya Menjadi Ketua MPR

PDI Perjuangan Siapkan Kadernya Menjadi Ketua MPR

PDI Perjuangan menyambut baik banyaknya parpol yang berminat untuk menjadi Ketua MPR termasuk dari partai Gerindra. Hal itu membuktikan lembaga majeli

Humas BNPB Sutopo Meninggal Dunia, Cuitan Terakhir Tetap Soal Indonesia, Ucapan Haru Pun Berdatangan
Sutopo Meninggal Dunia, Berikut Sejumlah Fakta dan Kesaksian Penggali Kubur
Kasus Proyek IPDN Gowa, KPK Periksa Mantan Direktur Operasi Waskita Karya

PDI Perjuangan menyambut baik banyaknya parpol yang berminat untuk menjadi Ketua MPR termasuk dari partai Gerindra. Hal itu membuktikan lembaga majelis permusyaratan bangsa Indonesia itu semakin dirasakan penting keberadaannya oleh parpol yang punya kursi di MPR. Hal itu dikatakan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah menjawab pertanyaan media tentang banyaknya parpol yang mengincar kursi Ketua MPR. "PDI Perjuangan masih dalam posisi menunggu titik temu di antara pimpinan parpol dan Kelompok DPD RI untuk menyepakati komposisi Pimpinan MPR. Kami berharap pada akhirnya pemilihan Pimpinan MPR dapat diputuskan dengan cara musyawarah mufakat dan bukan dengan cara voting," Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah.

PDI Perjuangan, lanjutnya juga berhak untuk mencalonkan kadernya menjadi calon Ketua MPR karena memang tidak ada satupun ketentuan perundang undangan yang membatasi sebuah parpol untuk dapat menjadi Ketua DPR,sekaligus menjadi Ketua MPR. "Namun, secara etika politik kami dalam posisi menghormati keinginan beberapa parpol yang ingin menempatkan kadernya sebagai Ketua MPR," kata dia. "Yang terpenting bagi PDIP adalah apa agenda kelembagaan yang akan diperjuangkan dengan jabatan Ketua MPR tersebut. Kami lebih fokus pada kepentingan menyiapkan agenda strtegis lembaga MPR," lanjutnya.

Agenda strategis MPR yang dimaksud antara lain, mendorong dilaksanakannya amandemen terbatas UUD NRI 1945. Menghadirkan kembali wewenang MPR untuk menetapkan Garis garis Besar Haluan Negara (GBHN) agar arah dan perjalanan bangsa ke depan dapat disiapkan secara terencana, terukur dan sesuai dengan cita cita negara Pancasila. Berikutnya, memfungsikan kembali MPR sebagai lembaga tertinggi negara agar dapat menjadi pemandu lembaga lembaga negara yang lain dalam mencapai tujuan bernegara. "Secara fungsional kelembagaan, MPR memang satu satunya lembaga negara yang wewenangnya tertinggi, yakni dapat merubah UUD serta dapat memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden serta memilih dan mengangkat kembali di tengah masa jabatan," kata mantan aktifis GMNI itu.

"Agenda strategis yang lain adalah MPR menjalin kemitraan strategis dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam rangka sosialisasi dan pembinaan ideologi Pancasila untuk memantapkan kembali sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai nilai nilai Pancasila sebagaimana maksud para Pendiri Negara dahulu," jelas Basarah Saat ini sudah ada dua lembaga negara yang bertanggungjawab melaksanakan sosialisasi Pancasila, yakni MPR dan BPIP. Agar kedua lembaga tersebut berfungsi efektif dalam menjalankan misi dantugasnya, maka diperlukan sinergi dan kerja sama yang konstruktif.

Intinya, Basarah berharap, dalam hal komposisi pemilihan Pimpinan MPR nanti, PDI Perjuangan fokus pada misi perjuangan agenda MPR ke depan, bukan semata mata perebutan jabatan. PDI Perjuangan siap mendukung calon Ketua dan para Wakil Ketua MPR yang memiliki kesamaan visi, misi dan agenda MPR selama lima tahun ke depan. "Jika ternyata agenda tersebut ditolak oleh calon calon Ketua MPR dari parpol lain, maka demi kepentingan bangsa yang besar, menjaga serta mengawal agenda strategis MPR ke depan, PDI Perjuangan juga siap untuk menugaskan kadernya menjadi Ketua MPR," Wakil Ketua MPR ini menegaskan kembali.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0