Pakde Karwo Tolak Jabatan Ketua Umum Demokrat Menggantikan Posisi SBY

Pakde Karwo Tolak Jabatan Ketua Umum Demokrat Menggantikan Posisi SBY

– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo menegaskan tak akan bersedia untuk menerima jabatan Ketua Umum Partai Demokra

Jaksa Mendakwa Ratna Sarumpaet Membuat Kegaduhan Akibat Sebarkan Hoaks
ISNU Soal Kabinet: Biarkan Pak Jokowi Bekerja Secara Profesional Dibantu Pak Kiai Makruf Amin
Prakiraan cuaca BMKG 33 kota besok, Senin 10 Juni 2019: Wilayah Ambon Dilanda Hujan Sepanjang Hari

– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo menegaskan tak akan bersedia untuk menerima jabatan Ketua Umum Partai Demokrat. Tak hanya itu, pihaknya bersama pengurus Demokrat di Jawa Timur juga tak akan mendukung penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat. Alih alih menyatakan kesiapsediaan, ia justru menyebut kriteria calon Partai Demokrat ke depan.

"Terkait dorongan menjadi ketua umum, tidak ada. Seharusnya, sudah saatnya orang orang muda yang giliran memimpin," kata Pakde Karwo (sapaan Soekarwo) ketika ditemui di Surabaya, Sabtu (13/7/2019). Namun, ia tak menyebut nama yang bisa merepresentasikan figur muda tersebut. "Kalau saya, lebih baik pilih orang muda yang komunikasinya nyambung dengan voters," tegas Pakde Karwo yang juga Anggota Majelis Tinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat ini.

Tak hanya menolak jabatan tersebut, Pakde Karwo juga tak mendukung penyelenggaraan Kongres dipercepat atau Kongres Luar Biasa. "Kongres Luar Biasa tetap sesuai jadwal, Maret 2020 mendatang. Pada kongres tersebut akan memilih struktur kepengurusan yang baru," kata Pakde Karwo. Pakde Karwo menegaskan partainya memiliki konstitusi melalui AD/ART.

Sehingga, pihaknya memilih untuk mentaati AD/ART tersebut dengan tidak meminta penyelenggaraan Kongres Luar Biasa. Sebelumnya, sejumlah politisi yang mengaku sebagai para pendiri dan deklarator Partai Demokrat mempertanyakan prestasinya Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam memimpin partai dengan dominasi warna biru ini. Sebagai Ketua Umum, SBY dinilai gagal membawa Partai Demokrat tampil gemilang di pentas politik Indonesia.

Sebaliknya, SBY dinilai telah menghancurkan Partai Demokrat. Hal ini disampaikan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Senior Partai Demokrat. Satu di antara pendiri Partai Demokrat, Hengky Luntungan, menyebut SBY gagal memimpin partai dalam dua periode.

"Bapak ketua umum dalam hal ini Bapak Susilo Bambang Yudhoyono selama menjadi ketua umum Partai Demokrat dalam dua periode, yakni tahun 2014 dan 2019 dinyatakan gagal," ujarnya. Oleh karena itu, partai seharusnya melakukan percepatan untuk mengganti Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) serta menyebut Pakde Karwo sebagai kandidat potensial pengganti SBY. "Pendiri dan Deklarator Senior Partai Demokrat meminta melaksanakan kongres dipercepat dan atau kongres luar biasa Partai Demokrat," kata Hengky Luntungan.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0