Keluarga Korban Beri Kesaksian Misteri Sosok Mayat Berjilbab Pink di Pinggir Jalan

Keluarga Korban Beri Kesaksian Misteri Sosok Mayat Berjilbab Pink di Pinggir Jalan

Kelurga korban memberi kesaksian soal sosok mayat berjilbab pink yang ditemukan warga dipinggir jalan. Sosok mayat berjilbab pink itu ditemukan ditepi

Bisnis Prostitusi Terbongkar Gadis Paling Muda umur 16 Tahun Berapa Bayaran buat Sekali Kencan
Tetapi Kemudian Timbul Niat Mencabuli 2 Pemuda Ini Mengaku Mulanya Ingin Menolong Cari Penginapan
Janggal ‘Dosa’ Tersebut akan Ditanggung Bersama VIDEO Bolpoin APBD DKI Jakarta Capai Rp635 Miliar

Kelurga korban memberi kesaksian soal sosok mayat berjilbab pink yang ditemukan warga dipinggir jalan. Sosok mayat berjilbab pink itu ditemukan ditepi jalan Raya Basuki Rahmat arah Jombang Madiun, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur Warga pun sempat dibuat heboh dengan penemuan sosok mayat berjilbab pink ini.

Saat ditemukan, dibagian kepala dari mayat berjilbab pink terdapat luka. Ia ditemukan warga tergelat dipinggir jalan pada Selasa 29/10/2019) pagi. Belakangan, mayat berjilbab pink ini diketahui bernama Sri Witnowati (43).

Aparat kepolisian Polres Jombang hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait sosok mayat berjilbab pink tersebut. Saat ditemukan sosok mayat tersebut mengenakan kemeja warna biru, bercelana jins warna hitam, serta memakai jilbab warna pink. Di sekitar lokasi penemuan mayat, polisi menemukan sebuah handphone dan sepeda angin warna putih hitam.

Identitas korban baru diketahui saat sejumlah kerabat korban mendatangi Mapolres Jombang dan RSUD Jombang. "Namanya Sri Witnowati, umur 43 tahun. Itu bulek (bibi) saya," kata keponakan korban, Lena Oksiana (23)saat ditemui di depan kamar jenazah RSUD Jombang mengutip Kompas.com, Selasa. Korban merupakan warga Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Lena menuturkan, Sri Witnowati pergi meninggalkan rumah sekitar pukul 03.00 WIB. Perempuan 2 anak itu meninggalkan rumah dengan menaiki sepeda angin. Meski keluarganya sudah mengingatkan bibinya agar tidak bepergian di waktu dinihari, namun Sri Witnowati tetap memaksa pergi saat hari masih gelap.

Menurutnya, korban pamit mau mengambil uang di rumah temannya. "Pamitnya mau ambil ke rumah temannya. Naik sepeda, karena memang bibi saya tidak bisa naik motor," tutur Lena. Kapolsek Jombang Kota, AKP Wilono mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kata polisi, korban diketahui mengendarai sepeda angin dari arah timur di jalan Basuki Rahmat sebelum ditemukan tewas dan tergeletak di jalan. Menurutnya, saat mengendarai sepeda angin, perempuan berjilbab itu didorong oleh seseorang yang menaiki sepeda motor jenis matic warna putih.

"Kronologisnya kita belum tahu persis ini laka lantas (kecelakaan lalu lintas) atau tindak pidana penganiayaan," kata Wilono, Selasa (29/10/2019). Sosok mayat perempuan berjilbab pink tersebut ditemukan dengan kondisi mengalami luka pada kepala bagian belakang. Luka tersebut diduga akibat korban terjatuh dari sepeda angin yang dikendarainya. "Kita simpulkan awal ini adalah Laka Lantas. Tapi untuk kepastiannya, kita masih melakukan pendalaman," kata Wilono.

Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mencari pengendara motor putih yang diduga mendorong korban. Mengutip Kompas.com, Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, pihaknya meminta keterangan dua saksi yang berada di lokasi saat korban naik sepeda dan korban terjatuh. Saksi pertama, mengetahui saat korban terjatuh dari sepeda.

Sedangkan saksi kedua, mengetahui saat korban naik sepeda angin sembari didorong seseorang yang menaiki motor matic warna putih. Kedua saksi, lanjut Azi, tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab korban terjatuh dari sepedanya. "Tapi mendorongnya ini untuk membantu agar laju kendaraan korban lebih cepat. Saksi yang naik motor masih kita lidik, belum kita temukan," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (30/10/2019).

Kepala Kasat Lantas Polres Jombang, AKP A Risky Fardian mengungkapkan, asumsi sementara penyebab luka di kepala korban adalah akibat terjatuh dari sepeda saat berkendara ke arah barat. Namun, untuk memastikannya, pihaknya masih perlu mendapatkan keterangan dari saksi kunci. Saksi kunci itu adalah seseorang yang menaiki motor matik warna putih. Sosok pengendara motor matik warna putih tersebut, menurut keterangan saksi kepada polisi, diketahui mendorong sepeda korban untuk mempercepat lajunya.

"Sampai hari ini baru 2 saksi yang bisa dimintai keterangan. Untuk satu saksi, yakni pengendara motor belum kita temukan," kata Risky saat ditemui Kompas.com di Mapolres Jombang, Kamis (31/10/2019). Menurut Risky, keterangan dari saksi kunci tersebut diyakini akan mampu memperjelas kronologi jatuhnya korban dari sepeda yang dinaikinya. "Mudah mudahan bisa segera ditemukan, supaya terang bagaimana kronologinya apakah karena laka lantas atau tindakan lainnya. Ini PR kami yang harus dituntaskan," ujar dia. Sementara itu, berdasarkan hasil autopsi, korban mengalami luka robek di kepala.

Luka itu membuat korban terus mengeluarkan darah hingga akhirnya meninggal. Dugaan sementara, korban mengalami luka di kepala bagian belakang akibat kecelakaan saat mengendarai sepeda miliknya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0