Kakek Muklis si Pengemis Tiap Pekan menuju Bank Tukar Uang Kata Sekuriti Bank di Pondok Indah

Kakek Muklis si Pengemis Tiap Pekan menuju Bank Tukar Uang Kata Sekuriti Bank di Pondok Indah

Muklis (65), seorang pengemis asal Sungai Penuh, Jambi diamankanPetugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudin Sosial Jakarta Selat

Cerita Saksi Detik-detik Dua Temannya Pengemudi Skuter Listrik Tewas Ditabrak Pengendara Mobil
Kawasan Kemayoran Jadi Tuan Rumah HUT Ke 31 Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia
BREAKING NEWS: Kebakaran Melanda Sejumlah Kapal di Pelabuhan Muara Baru Jakarta

Muklis (65), seorang pengemis asal Sungai Penuh, Jambi diamankanPetugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudin Sosial Jakarta Selatan. Dia membawa uang Rp 194,5 juta kemudian diamankan saat keluar dari Bank BNI Cabang Pondok Indah Arteri, Kebayoran Lama pada Jumat (29/11/2019) pagi. Nursalim melanjutkan Muklis kerap kali datang ke bank tersebut untuk menukarkan uang.

"Seminggu sekali dia pasti ke sini bawa uang buat ditukar," tambahnya. Pihak bank dan petugas sekuriti tak merasa curiga dengan kehadiran Muklis. Sebab, Muklis datang hanya untuk menukarkan uang.

"Tetap ngelayanin aja. Dianggapnya nasabah. Kan dia ke sini tukar uang, yaudah. Kita kan tahunya dia memang biasa," ungkapnya. Muklis, lanjut Nursalim, tak pernah menjawab ketika ditanya oleh petugas sekuriti. "Saya udah kenal dia lama. Tapi Orangnya enggak ngomong. Ditanya dia enggak bakal jawab," bebernya.

Ketika beredar kabar Muklis diamankan oleh petugas sosial, pihak bank sudah tak terkejut. Sebab, ia juga pernah ditangkap atas kejadian serupa beberapa tahun silam. "Di grup wa banyak yang ngomongin dia. Tapi memang sebagian sudah tahu sebelumnya pernah ditangkap juga," pungkasnya.

Menurut salah satu petugas P3S yang menjangkaunya, Muhammad Yunus, pertama kali tertangkap basah mengemis di depan salah satu bank, di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (29/11/2019) pagi. Ketika petugas P3S memergoki tengah mengemis, ia langsung masuk ke dalam bank. Ketika di dalam bank, k hendak menukarkan sejumlah uang.

Padahal, ia menunggu lama di dalam agar tak diamankan. "Ditegur dia marah dan masuk ke dalam bank. Pihak sekuriti menahan kita masuk dan bilang tunggu sampai di luar," ungkapnya pada Jumat (29/11/2019). Setelah keluar, ia diamankan oleh petugas sosial tersebut.

Kakek Muklis digiring masuk ke dalam mobil operasional Sudin Sosial Jakarta Selatan. "Awalnya enggak bilang kalau mengemis. Bilangnya usaha. Namun, enggak mungkin di sini dia enggak punya rumah dan saudara," terang Yunus. Akhirnya, Yunus mengakui bahwa ia mengemis usai dicecar sejumlah pertanyaan oleh petugas P3S berdasarkan kejadian serupa pada tahun 2017 silam.

Saat itu, Muklis juga pernah tertangkap. Tak main main, saat itu membawa uang senilai Rp 98 juta dari hasilnya mengamen. Usai mengaku mengemis, tas ransel dari diperiksa di dalam mobil.

Yunus mengatakan terhitung sebanyak Rp 182 juta yang berhasil dihitung oleh petugas di lapangan. Ia melihat ada berlembar lembar uang Rp 100 ribu sebanyak 18 ikat. Per ikat itu senilai Rp 10 juta. Selain itu, Yunus menemukan juga berlembar lembar uang Rp 50 ribu di amplop terpisah senilai Rp 2 juta.

Namun, lanjut Yunus, ketika kembali dihitung ulang di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, jumlahnya Rp 194.500.000. "Awalnya kan memang saya tanya ini dari mana? Dari usaha bengkel katanya. Namun, akhirnya dia mengaku bahwa dari hasil mengemis," terang Yunus. Belakangan, menjadi target penjangkauan petugas sosial.

Kurang lebih selama tiga bulan, P3S berusaha melacak keberadaannya lantaran mengganggu kenyamanan masyarakat. Kakek Muklis kerap kali menukarkan uang Rp 500 ribu dari hasilnya mengemis ke Bank. "Misalkan terkumpul uang Rp 500 ribu, Ia langsung tukarkan uang itu ke bank dengan pecahan Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu," ujar Yunus.

Uang dari hasilnya mengemis itu, ia selalu kumpulkan di dalam tas ranselnya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0