Jembatan Unik di Sumatera Barat yang Terbuat dari Akar Pohon Jembatan Akar Bayang

Jembatan Unik di Sumatera Barat yang Terbuat dari Akar Pohon Jembatan Akar Bayang

Unik dan beda dari yang lain ketika kamu melihat jJembatan Akar Bayang di Sumatera Barat. Jembatan Akar Bayangterkenal bukan karena kemegahannya, mela

7 Tempat Wisata Ramah Keluarga di Hong Kong
5 Fakta Unik Denmark: Tak Ada Gunung hingga jadi Negara Paling Menyenangkan
Ini 5 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Kunjungi The Great Asia Africa Lembang Saat Liburan Natal

Unik dan beda dari yang lain ketika kamu melihat jJembatan Akar Bayang di Sumatera Barat. Jembatan Akar Bayangterkenal bukan karena kemegahannya, melainkan karena kunikannya yang terbuat dari akar. Akar dariJembatan Akar Bayang berasal dari akar pohon beringin dari dua pohon beringin yang saling berhadapan.

Kedua pohon beringin tersebut dipisahkan oleh Sungai Batang Bayang. Sungai ini memiliki aliran yang tidak terlalu deras dengan kedalaman mencapai dua hingga tiga meter. Jembatan Akar Bayangmerupakan jembatan yang unik yang terbentuk dari akar pohon yang membelit satu dengan yang lainnya.

DulunyaJembatan Akar Bayang diresmikan sebagai objek wisata pada 1992. Kawasan wisata ini berada di Desa Puluik puluik, Bayang, Plesisir Selatan. Jembatan Akar Bayangtermasuk sebagai jembatan tua yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Meski sudah tua, namun jembatan ini terlihat begitu kokoh. Jembatan akar memiliki panjang sekitar 25 meter dan lebar 1,5 meter. Untuk menunjang kekokohannya,Jembatan Akar Bayang juga telah diperkuat dengan tali besi sejak 2015 lalu.

Selain itu juga telah ditambahkan sebuah kayu sebagai alas pijakan agar pengunjung dapat mudah melangkahkan kaki di atas jembatan. Ketika melintasi jembatan akar ini, traveler juga bisa mengabadikannya dengan lensa kamera. Fotomu akan memberikan kesan apik dengan latar belakang akar padaJembatan Akar Bayang.

Panorama sungai akan memberikan kesan natural dalam foto kamu. Aneka pohon beringin juga akan memberikan menambah eksotisnyajepretan fotomu.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0