Ini 7 Wilayah di Indonesia yang wajib Diwaspadai 3 Gempa Bumi Kuat Terjadi di Filipina

Ini 7 Wilayah di Indonesia yang wajib Diwaspadai 3 Gempa Bumi Kuat Terjadi di Filipina

Gempa bumi kuat kembali terjadi di wilayah Mindanao, Filipina Selatan pada Kamis (31/10/2019) kemarin. Gempa bumi kali ini bermagnitudo 6,5 dengan epi

Amankah Lokasi Ibu Kota Baru dari Gempa? Ini Penjelasan BMKG soal 3 Sesar di Kalimantan
Peringatan Dini Besok Kamis 14 November 2019 Wilayah Berpotensi Hujan Petir & Angin Kencang BMKG
Jambi Hujan Petir pada Siang Hari Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Indonesia Senin 18 November 2019

Gempa bumi kuat kembali terjadi di wilayah Mindanao, Filipina Selatan pada Kamis (31/10/2019) kemarin. Gempa bumi kali ini bermagnitudo 6,5 dengan episenter di darat pada titik koordinat 6.95 Lintang Utara (LU) dan 125.21 Bujur Timur (BT), tepatnya 46 kilometer arah barat daya Kota Davao. Hiposenter gempa berada di kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Instagram Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (1/11/2019) siang, gempa bumi ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas Sesar Cotabato dengan mekanisme sesar geser (strike slip). Ini juga menjadi gempa bumi ketiga yang mengguncang wilayah Provinsi Cotabato dan Davao. Sebelumnya, dua gempa bumi dengan magnitudo yang cukup kuat juga sudah terjadi.

Gempa pertama magnitudo 6,4 terjadi pada Rabu, 16 Oktober 2019 lalu. Kemudian, gempa kedua terjadi pada Selasa, 29 Oktober 2019 dengan magnitudo 6,6. Tiga gempa bumi kuat ini pun dapat disebut sebagai Gempa Mindano dengan aktivitas gempa 'triplet.'

Artinya, tiga gempa yang terjadi di lokasi berdekatan dengan kekuatan hampir sama. Rentetan gempa Mindanao sebelumnya dilaporkan sudah menimbulkan kerusakan lebih dari 1.200 bangunan rumah, 10 bangunan sekolah, dan menyebabkan 7 orang meninggal. Gempa Mindanao pun menjadi pembelajaran bagi Indonesia.

Sebab, fenomena Gempa Mindanao Filipina mirip dengan rentetan gempa bumi di wilayah Lombok yang terjadi pada Juli dan Agustus 2018 lalu. Namun, gempa bumi di Lombok disebut 'multiplet'. Sebab, gempa dengan magnitudo kuat terjadi cukup banyak.

Yakni, gempa magnitudo 6.4 pada 29 Juli 2018, magnitudo 7.0 pada 5 Agustus 2019, magnitudo 5.8 pada 9 Agustus 2018, serta magnitudo 6.2 dan 6.9 pada 19 Agustus 2018. Gempa Mindanao bersifat destruktif atau merusak, sama seperti peristiwa gempa bumi di beberapa wilayah di Indonesia. Seperti, Gempa Lombok Juli Agustus 2019, Gempa Palu 28 September 2018 dan Gempa Ambon 26 September 2019.

Kesemua gempa bumi ini dipicu oleh sesar aktif. Inilah mengapa BMKG menekankan pentingnya membangun bangunan tahan gempa bumi. BMKG kembali menekankan, gempa bumi tidaklah membunuh, akan tetapi bangunan dengan struktur tembok yang lemah dan roboh saat gempa lah yang menyebabkan korban luka dan meninggal dunia.

BMKG juga menyebutkan alternatif lain yang bisa dilakukan apabila belum mampu membangun bangunan tahan gempa bumi. Yakni, membangun bangunan atau rumah dengan bahan ringan, seperti kayu dan bambu yang didesain menarik. Tak hanya membangun bangunan tahan gempa bumi, BMKG mengimbau agar masyarakat memahami cara dan upaya penyelamatan saat menghadapi gempa bumi.

BMKG menyebut wilayah Indonesia dan Filipina tak hanya terletak di kawasan seismik aktif dan memiliki banyak sumber gempa bumi dengan tingkat aktivitas yang sangat tinggi. Khusus Indonesia, ada lebih dari 13 segmentasi zona megathrust dan lebih dari 295 segmentasi sesar aktif. Sehingga, diperlukan kesiagaan dan persiapan dalam menghadapi gempa bumi.

Terlebih sumber gempa sesar aktif memiliki potensi ancaman bagi masyarakat, sebab lokasinya berada di daratan dan dekat dengan tempat tinggal masyarakat. Terkait dengan aktivitas gempa bumi di Indonesia selama bulan Oktober 2019, berikut adalah daftar zona potensi aktif gempa di wilayah Indonesia yang perlu diwaspadai: 1. Mentawai Nias

2. Bengkulu 3. Selatan Jawa 4. Bali, Lombok, Sumba

5. Ambon Seram 6. Laut Maluku 7. Mamberamo Papua

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0