Ikut Tangkap Tommy Soeharto hingga Lumpuhkan Teroris Bom Bali Pengalaman Kapolri Baru Idham Azis

Ikut Tangkap Tommy Soeharto hingga Lumpuhkan Teroris Bom Bali Pengalaman Kapolri Baru Idham Azis

Kepala Bareskrim Polri Komjen Idham Azis resmi menjadi Kepala Kepolisian RI (Polri) menggantikan Jenderal (Pol) Purnawirawan Tito Karnavian. Idham mer

Pengamat: Penyergapan Terduga Teroris Sibolga dan Lampung Harus Didukung
Minimal Sudah Iuran 12 Kali ketentuan Turun Kelas BPJS Kesehatan buat Peserta Mandiri
Pertemuan Jokowi Dengan Prabowo Bukan Perihal Pengakuan Kalah Atau Menang

Kepala Bareskrim Polri Komjen Idham Azis resmi menjadi Kepala Kepolisian RI (Polri) menggantikan Jenderal (Pol) Purnawirawan Tito Karnavian. Idham merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Tito Karnavian, setelah dia dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri. Saat Komisi III DPR berkunjung ke rumahnya dalam rangkaian fit and proper test, Idham mengaku tidak memiliki firasat dirinya akan ditunjuk menjadi Kapolri.

"Saya tidak ada firasat, sama seperti yang istri saya bilang jangankan niat, mimpi pun kami tidak (jadi Kapolri)," kata Idham, Rabu (30/10/2019). Lalu, bagaimana karir Idham selama berada di institusi kepolisian? Idham menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri sejak Januari 2019. Pria kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara pada 1963 tersebut merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988.

Sama seperti Tito, Idham dikenal berpengalaman dalam bidang anti terorisme. Idham juga dikenal memiliki pengalaman di bidang reserse. Idham Azis sudah seringkali bekerja sama dengan Tito Karnavian.

Salah satunya saat melumpuhkan teroris bom Bali, Dr Azahari dan komplotannya di Batu, Jawa Timur, pada 9 November 2005. Atas prestasi itu, Idham dan Tito mendapat penghargaan dari Kapolri Sutanto. Selain itu, keduanya juga pernah terlibat dalam pengejaran terhadap putra bungsu presiden RI kedua Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

Kala itu, Idham menjadi anggota Tim Kobra yang dipimpin Tito Karnavian terkait kasus pembunuhan hakim agung Syafiuddin Kartasasmita pada 7 Agustus 2000 yang ketika itu melibatkan Tommy. Adapun Tommy divonis 10 tahun penjara dalam kasus tersebut. Ia pun menjalani hukuman di Nusakambangan dan keluar di tahun 2006. Idham Azis juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Polri pada 2010. Saat itu ia didapuk mendampingi Tito yang menjabat sebagai Kepala Densus 88.

Pergantian kepemimpinan di pucuk tertinggi Polri dinilai menyisakan "utang" kasus yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Investigasi kasus Novel Baswedan sebenarnya pernah ditangani Idham saat ia menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan masih berpangkat bintang dua atau Irjen.

Kemudian, saat menjabat sebagai Kabareskrim dan berpangkat Komjen atau berbintang tiga, Idham Azis berperan sebagai penanggung jawab tim teknis kasus Novel yang dibentuk Polri. Sayangnya, kasus itu belum terungkap hingga kini.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0