Facebook Dan Instagram Down Pertimbangkan Risiko Pakai Vpn Kalau Terlanjur Ikuti Cara Aman Ini

Facebook Dan Instagram Down Pertimbangkan Risiko Pakai Vpn Kalau Terlanjur Ikuti Cara Aman Ini

Pengguna media sosial beberapa hari terakhir dibuat resah karena aplikasi Facebook, WhatsApp dan Instagram tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Spesifikasi dan Harga Redmi Note 7S, Ponsel seri ‘7’ Redmi dengan Kamera 48 MP
VIZZ Indonesia Ramaikan Persaingan Produk Gadget Aksesori
Oppo F11 Pro Rilis Besok, Ini Perbandingannya dengan Vivo V15 yang juga Gunakan Pop Up Kamera

Pengguna media sosial beberapa hari terakhir dibuat resah karena aplikasi Facebook, WhatsApp dan Instagram tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya. Kini banyak pengguna smartphone yang menggunakan VPN untuk dapat mengakses aplikasi aplikasi tersebut dengan normal. Namun banyak beredar informasi yang menyebutkan bahaya penggunaan VPN.

Bahkan ada sebuah pesan singkat yang mengatasnamakan BCA yang menyebutkan bahaya penggunaan VPN ini. Dilansir dari money.kompas.com isi pesan singkat tersebut adalah sebagai berikut: "Dengan Hormat , Berikut kami meneruskan pesan dari Pihak bank BCA terkait dengan pemakaian VPN.

Dear Bapak dan Ibu Nasabah Yth… Bagi bapak ibu yang sdh mengaktifkan aplikasi _Virtual Private Network_ *(VPN) Free* yg ada di Android atau iPhone agar bisa connect ke aplikasi sosmed (WA, FB, Instagram dll) Mohon untuk tidak melakukan transaksi perbankan saat mengakses *VPN*, jadi pastikan aplikasi *VPN* nya dalam kondisi _disconnect_ apabila akan melakukan transaksi perbankan di Smartphone.. Hal ini dikarenakan apabila VPN masih aktif ada kemungkinan data transaksi bisa di sadap oleh pihak penyedia VPN. Preventive Sebelum Kejadian ????

Terima Kasih. _*IT Security Awareness Program*_ Liana Feary

BCA Prioritas Galaxy." Benarkah demikian? Kompas.com akhirnya menelusuri kebenaran isi pesan singkat tersebut dengan menghubungi langsung Head of Information Security BCA, Lukman Hadiwijaya.

Lukman mengungkapkan bahwa pesan singkat tersebut bukan keterangan resmi dari BCA. Sementara itu, Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengimbau masyarakat agar hanya menggunakan layanan resmi yang sudah disediakan oleh BCA. "Kami mengimbau agar nasabah menggunakan aplikasi yg hanya disediakan oleh BCA apabila melakukan transaksi perbankan BCA, " terang Jahja kepada Kompas.com.

Penggunaan VPN ini nyatanya juga menimbulkan resiko karena tidak memiliki provider yang jelas. Hal tersebut dijelaskan oleh Analis Digital Forensic Ruby Alamsyah. Data data tertentu dalam smartphone atau komputer kita dapat beresiko disusupi dan diakses oleh spyware.

"Risiko yang mungkin terjadi bila menggunakan software VPN yang tidak jelas providernya bisa tersusupi spyware yang akhirnya bisa mengakses data2 tertentu di HP/PC kita, " jelas Rudy seperti yang dikutip dari money.kompas.com. Jadi bijaklah sebelum memutuskan untuk menggunakan aplikasi penyedia VPN. Akses penggunaan media sosial yang sedang dibatasi membuat masyarakat resah.

Fitur di beberapa aplikasi seperti WhatsApp, Facebook dan Instagram tidak bisa diakses sebagaimana mestinya sejak terjadi aksi 22 Mei lalu. Saat ini banyak pengguna smartphone yang menggunakan aplikasi penyedia VPN agar dapat mengakses ketiga aplikasi dengan normal. Namun banyaknya informasi yang beredar menyebutkan bahwa menggunakan VPN saat mengakses layanan perbankan di smartphone dapat membuat saldo menjadi kosong alias dibobol.

Hal ini tentu saja semakin membuat resah. Nah bagi kamu yang terlanjur menggunakan VPN saat mengakses layanan perbankan, ini solusi untuk mengatasinya yang dilansir dari Kompas.com. Penggunaan aplikasi penyedia VPN yang tidak jelas providernya tentu sangat beresiko.

Sebaiknya segera uninstall aplikasi VPN di smartphone untuk mencegah data data pentingmu diakses pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab. Periksa apakah smartphonemu sudah disusupi malware atau belum. Bagi pengguna Android, pastikan Play Protect di Google Play aktif untuk memeriksa ada atau tidaknya malware di perangkatmu.

Jika terlanjur mengakses aplikasi layanan perbankan saat menggunakan VPN, segera ganti password aplikasi perbankanmu ini. Hal tersebut untuk mencegah trafik internetmu dibaca dan digunakan oleh pihak ketiga penyedia VPN. Sejak aksi Demo 22 Mei 2019 pecah jadi kerusuhan, Whatsapp error dan Instagram down karena pemerintah membatas media sosial.

Warganet banyak yangmenggunakan aplikasi agar aktifitas media sosialnya kembali lancar. TapiVPN atauVirtual Private Network punya resikokeamanan yang perlu diperhatikan. Virtual Private Network (VPN)banyak dibicarakan setelah Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo)Rudiantaramembatasi akses di beberapa sosial media.

Namun, VPN ini dianggap berbahaya bagi sistem internet padahandphone. Hal tersebut kitakanRudiantarasaat menjadi narasumber di acaraKompas Petang,Kamis (23/5/2019). Selain mengatakan soal bahaya ,Rudiantarajuga beberkan opsi yang aman jika masyarakat masih ingin menggunakan.

Mulanya, pembawa acara bertanya soal kebijakan yang dianggap masih bisa kecolongan. "PakRudiantarabanyak pihak yang mengingatkan bahwa ketika diambil kebijakan pembatasan sosial media dan juga saluran tertentu masih ada saluran lain yang bisa digunakan untuk hal hal yang tidak baik atau hal hal yang berpotensi untuk menyebarkan juga informasi informasi yang belum bisa diverifikasi, bagaimana pemerintah melihat ini?," tanya pembawa acara. Rudiantara lalu menjawab beberapa kelemahan .

"Itu sudah diperhitungkan, salah satunya adalah melalui , kan selalu dikatakan kita bisa by pass melalui Virtual Private Network saya justru sarankan hati hati, hindari ," ujarRudiantara. Ada beberapa alasanMenkominfomelarang untuk menggunakan . "VPN yang gratis terutama ya, yang gratis ini bisa kita terdampak terbukanya data data pribadi kita itu satu,"kataRudiantara.

"Kedua itu bisa menjadi masuknya malware ke ponsel kita jadi hindari itu." "Juga kalau yang gratis tetap saja begitu menggunakan aplikasi WA melalui VPN itu tetap saja kalau video dan gambarnya tidak bisa atau minimal lemot gitu lo." Rudiantara lalu mencontohkan negara maju sekelas Tiongkok yang juga dibatasi dalam penggunaanWhatsApp(WA).

"Ini sebaiknya kalau kita lihat Tiongkok sekalipun negara yang semuanya dikontrol, WA tidak bisa, WA call tidak bisa di sana tapi menggunakan bisa," ujarRudiantara. Pembawa acara lalu menegaskan bahwa bisa berbahaya untuk akses ke media sosial. "Ini juga berbahaya juga ya menggunakan untuk akses ke media sosial dan juga aplikasi pesan singkat?," tanya pembawa acara lagi.

Rudiantara lalu membenarkan pernyataan pembawa acara Kompas TV itu, lalu mengecualikan yang tidak berbahaya. "Betul, kecuali mau bayar 2 juta tiga juta mungkin ya tapi siapa sih yang mau bayar 2,3 juta," kata Rudiantara sambil tertawa. Lihat videonya di menit awal:

Diberitakan sebelumnya dari Kompas.com , sekitar seperempat pemakai internet telah menggunakan . Alasannya, orang menggunakan untuk melindungi privasi mereka ketika menggunakan WiFi. Selain itu ada pula yang memakai yang khawatir mengenai pengintaian dari pemerintah dan penyedia jasa internet.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0